PPOK : Penyebab, Diagnosa & Cara Pengobatan

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit peradangan yang terjadi pada paru-paru dalam jangka waktu panjang. Penyakit yang memiliki ciri kesulitan saat bernapasan yang sulit dijelaskan serta mengalami rasa lelah yang lebih oleh si penderita. PPOK ternyata dapat melemahkan kondisi penderita. Bukan hanya itu, PPOK juga menjadi penyebab kematian tertinggi ke-2 di Amerika Serikat. Untuk penderitanya sendiri cenderung lebih tinggi menyerang lelaki daripada perempuan.

Penyebab PPOK

PPOK dapat dikenali dengan adanya ciri yang menonjol, ciri tersebut yaitu terjadinya kesulitan bernapas pada penderita. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya penurunan aliran udara yang masuk dan keluar dari saluran bronkus di paru-paru. Saluran bronkial yang tipis dan kecil biasanya disebut dengan bronkiolus.

Bronkiolus tersebut mengandung kantung udara (alveoil), yang di dalamnya akan terjadi proses pertukaran udara dengan pembuluh darah. Ketika seseorang menderita PPOK, maka kantung udara tersebut tidak dapat menampung aliran udara yang cukup untuk masuk dan keluar dari paru-paru, secara otomatis akan mengurangi kebutuhan tubuh akan oksigen.

Ada beberapa faktor penyebab yang akan meningkatkan seseorang berisiko terkena PPOK. Di antarnya adalah :

  • Rokok

Paparan asap rokok pada perokok aktif maupun pasif merupakan salah satu faktor utama yang dapat meningkatkan resiko terkena PPOK, serta jenis penyakit pernapasan lainnya. Bahan kimia yang terkandung pada rokok sangat berbahaya, yang merupakan penyebab terjadinya kerusakan pada lapisan paru-paru dan jalur napas.

  • Terkena paparan polusi udara

Polusi udara seperti asap kendaraan, debu atau bahan kimia ternyata dapat menganggu kinerja paru-paru dan meningkatkan resiko terkena PPOK.

  • Penyakit asma

Untuk orang yang menderita penyakit asma sangat tidak dianjurkan untuk merokok. Karena penderita asma tersebut akan lebih rentan terkena PPOK.

  • Faktor keturunan

Untuk anda yang memiliki anggota keluarga yang mengidap PPOK, tidak ada kemungkinan anda tidak terkena PPOK.

Diagnosis PPOK

Untuk mengetahui anda terkena PPOK atau tidak, sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan. Dokter akan menanyakan gejela, meninjau riwayat kesehatan penderita dan memeriksa kondisi fisik pasien, terutama pada paru-paru.

Tes spirometri dapat dilakukan untuk mengetahui fungsi paru-paru menggunakan alat yang bernama spirometer. Fungsi paru-paru kemudian dinilai melalui hembusan volume napas pasien, yang dikonvensikan dalam sebuah grafik.

Ada beberapa pemeriksaan ynag sangat dianjurkan oleh dokter untuk mengetahui diagnosis PPOK :

  • Tes darah, tes yang dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit lain seperti anemia, polisitemia, yang memiliki gejala hampir sama dengan PPOK.
  • Analisis gas darah arteri, tes yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan oksigen dan karbondioksida dalam darah.
  • Foto rotgen dada, dilakukan untuk mendeteksi gangguan apa yang terjadi pada paru-paru.
  • Elektrokardiogram (EKG) dan Ekokardiogram, pemeriksaan yang dilakukan pada jantung.
  • Alat Spirometer, alat yang digunakan untuk mengukur dan mencatat hasil pemeriksaan dalam bentuk grafik. Cara kerja alat spirometer ini akan mengukur jumlah total hembusan yang dapat anda keluarkan. Sekarang tidak sulit menemukan alat ini, sudah banyak toko alkes yang jual spirometer dengan berbagai macam jenis dan variasi harga. Sehingga tes ini sangat mudah dan murah dilakukan sekarang ini.

Cara Pengobatan PPOK

Cara pengobatan PPOK secara alternatif dapat anda lakukan oleh anda yang mungkin tidak memiliki biaya yang cukup untuk mengobati secara medis. Tetapi jika sudah terlalu kronis harus dilakukan pengobatan secara medis. Berikut cara alternatif yang dapat anda lakukan di rumah untuk meringankan PPOK :

  • Hindari paparan asap rokok, dan akan lebih baik jika anda berhenti merokok.
  • Memasang alat pelembap udara.
  • Rutin melakukan olahraga.
  • Hindari terkena paparan polusi udara terlalu lama.
  • Menjaga pola makan yang sehat.
  • Rajin memeriksakan diri secara rutin ke dokter agar kesehatan dapat terpantau.

Hari Somolokentir