Konsep dan Sejarah Waterpark yang Belum Anda Ketahui

Waterpark dikenal sebagai salah satu sarana pengembangan manusia atau human improvement bagi objek air yang diciptakan kedalam bentuk wahana rekreatif untuk member sensasi menyenangkan dan menghibur kepada siapa saja yang menikmatinya. Bahkan, waterpark hamper setiap hari tidak pernah sepi dipadati wisatawan dari wilayah setempat maupun kawasan tertentu mengingat beberapa lokasi di Indonesia masih belum menyediakan tempat wisata sejenis dengan fasilitas maupun sarana yang lebih lengkap.

Kendati demikian, eksistensinya ternyata tidak bias lepas dari sejarah waterpark yang mana pemanfaatan objek air menjadi sarana hiburan sudah dikenal banyak orang sejak beberapa tahun silam. Artefak pada era Mesir kuno ditemukan litograf mengenai para pengeran maupun putri raja yang sedang bermain di sekitar sungai Nil, sedangkan beberapa sisa situs arkeologis dari kolam bermain pada jaman Yunani purba maupun situs waterpark kuno pada masa Kerajaan Judea yang berada di Israel dimana keberadaannya sangat berkaitan dengan sarana tersebut.

Waterpark yang berada di Indonesia tentu saja tidak berbeda dengan sarana dari negara mana pun dan banyak sekali objek air yang dibangun sejak ratusan tahun lalu seperti Taman Pemandian Tirta Empul di Bali dan diprediksi sudah ada sejak tahun 960 masehi, serta situs arkeologis kolam pemandian raja Majapahit yang berada di Candi Tikus, Trowulan, Mojokerto dan diperkirakan sudah dibangun sejak abad ke-13 silam dan keberadaannya masih bertahan hingga saat ini serta menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Sementara itu, pembangunan waterpark tentunya tidak pernah lepas dari keterlibatan kontraktor waterpark karena mereka sudah berpengalaman dan mengetahui sejarah waterpark dengan menerapkan konsep water pleasure dan bias diterapkan dengan pola alamiah tanpa membutuhkan rekaya apapun, termasuk di darat maupun di laut. Selain itu, penerapan konsep maupun pola lainnya adalah engineered water pleasure dengan menjalankan rekayasa pada objek air dan wajib dimanfaatkan dengan keberadaan threatment air, sirkulasi dan penambahan objek buatan, termasuk wahana.

Umumnya bahwa kontraktor waterpark menciptakan wahana permainan air bukan hanya bertujuan untuk menghibur siapa saja yang memainkannya, namun juga meningkatkan kecerdasan anak-anak supaya mereka bias memperoleh pengalaman saat bermain air serta menambah pengetahuan yang seru. Anak-anak juga dapat mempelajari seputar substansi air dengan membiarkan mereka turun kedalam kolam untuk mengenal lingkungan alam bebas, sedangkan pemanfaatan waterpark lebih signifikan dan bias menambah kecerdasan otak dibandingkan bermain di dalam ruangan.

Hari Somolokentir